Rabu, 20 Maret 2013

Fanny Arlianthi (Pertemuan 1)


1.     Perkembangan dan Pertumbuhan AUD
v  Perkembangan:
1.      Menurut Hurlock (1980), perkembangan serangkaian perubahan progesif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.
2.      Menurut Santrock (1992), perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.
3.      Menurut Kasiram (1983: 23), perkembangan mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya.
v  Pertumbuhan:
1.      Menurut Kartono, pertumbuhan merupakan perubahan secara fiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, peredaran waktu tertentu.
2.      Menurut Whitherington (1991: 156), pertumbuhan dinyatakan dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada bagian,tetapi pertumbuhan itu sendiri adalah suatu sifat umum dari suatu organism.
3.      Menurut Oman Karnmana, pertumbuhan merupakan proses bertambahnya jumlah protoplasma sel pada suatu organisme, biasanya disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta jumlah sel yang bersifat tidak kembali pada keadaan semula.

2.      Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan
Menurut Ruffin (2001), terdapat tujuh prinsip-prinsip utama pertumbuhan dan perkembangan, yaitu:
1.      Perkembangan kanak-kanak berlangsung dari kepala ke bawah (dari atas ke bawah) ‘cephalocaudal’.
2.      Perkembangan kanak-kanak berlangsung dari tengah badan ke bagian luar (tengah tepi) ‘proximodistal’ dan hingga ke ujung anggota.
3.      Perkembangan kanak-kanak bergantung kepada kematangan dan pembelajaran yang ada dipersekitaran mereka.
4.      Perkembangan kanak-kanak berlangsung dari pada mudah (konkrit) kepada yang lebih kompleks.
5.      Tumbesaran dan perkembangan kanak-kanak adalah suatu proses yang berterusan.
6.      Tumbesaran dan perkembangan kanak-kanak berlangsung dari pada umum ke spesifik (khusus).
7.      Kadar tumbesaran dan perkembangan kanak-kanak.

3.     Pola pertumbuhan
1.      Pola cephalocaudal;
Perkembangan yang bergerak dari kepala menuju ke kaki.
2.      Pola proximodistal:
Perkembangan yang berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi, dari tengah tubuh menuju anggota tubuh.

4.     Kecerdasan kinestetik
Menurut Howard Gardner, kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan untuk menggunakan seluruh tubuhnya untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaan-perasaan atau menggunakan tangan-tangan untuk menghasilkan dan mentransformasikan sesuatu.

5.     Motorik halus dan motorik kasar
v Motorik halus
1.      Menurut Depkes (2006), motorik halus merupakam aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerak yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengawasi sesuatu, menjimpit, menulis dan sebagainya.
2.      Menurut Denver II, motorik halus merupakan keterampilan penting yang ditunjukkan oleh kemampuan manusia untuk berinteraksi dan belajar dari pengalaman untuk menciptakan aktifitas baru, merupakan nonverbal intelegensia yang dapat diukur.
v Motorik kasar
1.      Menurut Depkes (2006), motorik kasar merupakan aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya.
2.      Menurut Denver II, motorik kasar merupakan aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh serta melibatkan otot-otot besar. Arah perkembangan motorik adalah dari umum ke spesifikasi atau dari kemampuan gerakan motorik kasar ke motorik halus.


REFERENSI:
Nuryanti, Lusi. 2008. Psikologi Anak. Jakarta: PT Indeks
Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
http://www.indonesian-publichealt.com/2013/01/deteksi-dini-tumbuh-kembang-balita.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar