1. Perkembangan
dan Pertumbuhan AUD
v
Perkembangan:
1.
Menurut Hurlock (1980), perkembangan
serangkaian perubahan progesif yang terjadi sebagai akibat dari proses
kematangan dan pengalaman.
2.
Menurut Santrock (1992), perkembangan
merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus
berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.
3.
Menurut Kasiram (1983: 23), perkembangan
mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya.
v
Pertumbuhan:
1.
Menurut Kartono, pertumbuhan merupakan
perubahan secara fiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi
fisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, peredaran
waktu tertentu.
2.
Menurut Whitherington (1991: 156),
pertumbuhan dinyatakan dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada bagian,tetapi
pertumbuhan itu sendiri adalah suatu sifat umum dari suatu organism.
3.
Menurut Oman Karnmana, pertumbuhan
merupakan proses bertambahnya jumlah protoplasma sel pada suatu organisme,
biasanya disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta jumlah sel yang
bersifat tidak kembali pada keadaan semula.
2. Prinsip
Pertumbuhan dan Perkembangan
Menurut
Ruffin (2001), terdapat tujuh prinsip-prinsip utama pertumbuhan dan
perkembangan, yaitu:
1.
Perkembangan kanak-kanak berlangsung
dari kepala ke bawah (dari atas ke bawah) ‘cephalocaudal’.
2.
Perkembangan kanak-kanak berlangsung
dari tengah badan ke bagian luar (tengah tepi) ‘proximodistal’ dan hingga ke
ujung anggota.
3.
Perkembangan kanak-kanak bergantung
kepada kematangan dan pembelajaran yang ada dipersekitaran mereka.
4.
Perkembangan kanak-kanak berlangsung
dari pada mudah (konkrit) kepada yang lebih kompleks.
5.
Tumbesaran dan perkembangan kanak-kanak
adalah suatu proses yang berterusan.
6.
Tumbesaran dan perkembangan kanak-kanak
berlangsung dari pada umum ke spesifik (khusus).
7.
Kadar tumbesaran dan perkembangan
kanak-kanak.
3. Pola
pertumbuhan
1.
Pola cephalocaudal;
Perkembangan yang
bergerak dari kepala menuju ke kaki.
2.
Pola proximodistal:
Perkembangan yang
berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi, dari tengah tubuh menuju anggota tubuh.
4. Kecerdasan
kinestetik
Menurut
Howard Gardner, kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan untuk menggunakan
seluruh tubuhnya untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaan-perasaan atau
menggunakan tangan-tangan untuk menghasilkan dan mentransformasikan sesuatu.
5. Motorik
halus dan motorik kasar
v
Motorik halus
1.
Menurut Depkes (2006), motorik halus
merupakam aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerak yang
melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil,
tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengawasi sesuatu, menjimpit,
menulis dan sebagainya.
2.
Menurut Denver II, motorik halus
merupakan keterampilan penting yang ditunjukkan oleh kemampuan manusia untuk
berinteraksi dan belajar dari pengalaman untuk menciptakan aktifitas baru,
merupakan nonverbal intelegensia yang dapat diukur.
v
Motorik kasar
1.
Menurut Depkes (2006), motorik kasar
merupakan aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan
sikap tubuh melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya.
2.
Menurut Denver II, motorik kasar
merupakan aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh serta
melibatkan otot-otot besar. Arah perkembangan motorik adalah dari umum ke
spesifikasi atau dari kemampuan gerakan motorik kasar ke motorik halus.
REFERENSI:
Nuryanti,
Lusi. 2008. Psikologi Anak. Jakarta: PT Indeks
Santrock,
John W. 2007. Perkembangan Anak.
Jakarta: Erlangga
http://www.indonesian-publichealt.com/2013/01/deteksi-dini-tumbuh-kembang-balita.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar