Metode Pengembangan Motorik Anak
Menurut Ani Yudoyono, PAUD asal mulanya
untuk membantu anak yang menengah kebawah.
Pengertian Perkembangan
Menurut
Santrock (1995, 2007) perkembangan adalah pola perubahan yang dimulai sejak
pembuahan dan terus berlanjut di sepanjang rentang kehidupan individu. Sebagian
besar perkembangan melibatkan kemunduran/penuaan.
Harlock
(1980) mengemukakan bahwa perkembangan merupakan serangkaian perubahan
progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan dialami oleh
individu di sepanjang hidupnya ini mencakup dua proses, yaitu:
1. Evolusi
(pertumbuhan) dominan pada masa bayi dan kanak-kanak
2. Involusi
(kemunduran) dominan pada masa dewasa akhir.
Menurut Baltes (1987) perkembangan
meliputi gains (growth) dan losses (decline), jadi di sepanjang hidup individu
selain ada pertumbuhan juga ada penurunan.
Pengertian
Motorik
Istilah
motorik menyiratkan adanya gerak otot, yang seakan-akan tidak banyak melibatkan
aspek-aspek kognitif dan perceptual. Tetapi kenyataannya adalah keterampilan-keterampilan
yang dilakukan biasanya merupakan sesuatu yang kompleks dan melibatkan
pendeteksian terhadap rangsang, evaluasi dan pengambilan keputusan serta respon
nyata berwujud gerakan.
Motorik
dapat di definisikan sebagai suatu peristiwa laten yang meliputi keseluruhan
proses-proses pengendalian dan pengaturan fungsi-fungsi organ tubuh, baik
secara fisiologis maupun secara psikis yang menyebabkan terjadinya suatu
gerakan.
Keterampilan
Motorik Kasar (Gross Motor Skill)
Menurut
Santrock (2007), merupakan keterampilan menggunakan otot-otot besar. Walaupun
kematangan biologis sangat memengaruhi, tetapi keterampilan berjalan perlu
dilatihkan. Latihan yang berulang dengan kondisi yang bervariasi akan sangat
menolong bayi untuk mengenali kombinasi kekuatan dan keseimbangan tubuh yang
diperlukan untuk meningkatkan keterampilannya dalam berjalan.
Keterampilan
Motorik Halus (Fine Motor Skill)
Menurut
Papalia dkk (2008), keterampilan ini melibatkan gerakan tangan yang diatur
secara halus seperti menggenggam mainan, mengancingkan baju, menulis, atau
melakukan apa pun yang memerlukan keterampilan tangan. Saat lahir, bayi masih
mengalami kesulitan mengendalikan keterampilan motorik halusnya. Awalnya bayi
hanya memperlihatkan gerakan bahu dan siku yang kasar tetapi kemudian
memperlihatkan gerakan pergelangan tangan, perputaran tangan, koordinasi ibu
jari dan jari telunjuk tangan, serta kemampuan meraih dan menggenggam yang
makin baik.
Perkembangan Motorik Kasar dan Perkembangan Motorik
Halus
1.
Perkembangan Motorik Kasar
Tugas perkembangan jasmani berupa koordinasi gerakan
tubuh, seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar dan
menangkap,serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam
meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4
tahun, anak sangat menyenangi kegiatan fisik yang mengandung bahaya, seperti
melompat dari tempat tinggi atau bergantung dengan kepala menggelantung ke
bawah. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan untuk melakukan kegiatan berbahaya
bertambah. Anak pada masa ini menyenangi kegiatan lomba, seperti balapan
sepeda, balapan lari atau kegiatan lainnya yang mengandung bahaya.
2. Perkembangan Gerakan Motorik
Halus
Perkembangan motorik halus anak taman kanak-kanak
ditekankan pada koordinasi gerakan motorik halus dalam hal ini berkaitan dengan
kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan.
Pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang
bahkan hampir sempurna. Walaupun demikian anak usia ini masih mengalami
kesulitan dalam menyusun balok-balok menjadi suatu bangunan. Hal ini disebabkan
oleh keinginan anak untuk meletakkan balok secara sempurna sehingga
kadang-kadang meruntuhkan bangunan itu sendiri. Pada usia 5 atau 6 tahun koordinasi
gerakan motorik halus berkembang pesat. Pada masa ini anak telah mampu
mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerakan
mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan,antara lain dapat
dilihat pada waktu anak menulis atau menggambar.
3. Perkembangan Otak dan Susunan
Syaraf Pusat
Perkembangan otak manusia yang sangat pesat terjadi
pada masa prenatal dan beberapa bulan setelah kelahiran pada masa sebelum
kelahiran diperkirakan 250.000 sel-sel otak terbentuk setiap menit melalui
proses pembelahan sel yang disebut mitosis. Setelah lahir sebagian besar
sel-sel otak yang berjumlah 100 milyar terbentuk secara matang perkembangan
yang dimulai dari atas yaitu kepala dan berlanjut secara teratur ke bagian
bawah tubuh. Pada usia 4-5 tahun kepala anak hanyaberukuran seperlima dari
ukuran tubuhnya dan pada usia 6 tahun kepada anak memiliki ukuran sepertujuh
dari ukuran kepalanya. Pada usia 6 tahun anak telah memiliki proporsi tubuh
yang akan mewarnai proporsi tubuhnya di masa dewasa. Secara normal bertambah
tinggi badan selama masa kanak-kanak hanya sebanyak 2,5 inchi setahun dan berat
badan secara normal hanya bertambah 2,5-3,5 kilogram setahun.
Prinsip-prinsip Perkembangan
Fisiologis Anak Usia Taman Kanak-kanak
Prinsip utama perkembangan fisiologis anak usia dini
adalah koordinasi gerakan motorik, baik motorik kasar maupun halus. Pada awal
perkembangannya, gerakan motorik anak tidak terkoordinasi dengan baik. Seiring
dengan kematangan dan pengalaman anak kemampuan motorik tersebut berkembang
dari tidak terkoordinasi dengan baik menjadi terkoordinasi secara baik. Prinsip
utama perkembangan motorik adalah kematangan, urutan, motivasi, pengalaman dan
latihan atau praktek.
Teori Perkembangan Kognitif,
dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang
hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi
Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan
melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan.
Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang
bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan
perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara
mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme, yang
berarti, tidak seperti teori nativisme (yang
menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan
kemampuan bawaan), teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan
kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan
sendirinya terhadap lingkungan. Untuk pengembangan teori ini, Piaget memperoleh
Erasmus Prize. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk
memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan
semakin canggih seiring pertambahan usia:
- Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
- Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
- Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
- Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
Stimulasi Motorik Kasar dan Halus untuk Bayi dari Usia 0-3 bulan
Sebagai orang
tua merupakan tugas kita untuk memberikan memberikan yang terbaik dalam proses
tumbuh kembang buah hati tercinta. Agar keterampilan motorik bayi Anda tumbuh
dan berkembang secara optimal, Anda perlu memahami tahap-tahap perkembangannya
dan memberikan stimulasi atau rangsangan yg tepat sesuai tahap perkembangannya
bayi Anda.
Hal ini penting karena jika terjadi
keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motoriknya bisa segera terdeteksi
dan dikoreksi. Apabila hal ini tidak diperhatikan dan perkembangan motor bayi
sudah terlambat sejak awal, maka keterlambatan itu akan merembet pada
perkembangan motor lainnya.
A.
Perkembangan
motorik Anak Usia 2-6 tahun.
Anak anak usia 2-6 thn mengalami
kemajuan pesat dalam keterampilan motorik, baik keterampilan motorik kasar yang
melibatkan otot-otot besar, seperti berlari, melompat, memanjat
(walking,hopping,jumping), dan keterampilan motorik halus sebagai hasil
koordinasi otot-otot kecil dengan mata dan tangan seperti menggambar,
menggunting, dan menempelkan kertas.
a. Keterampilan
Motorik Kasar (Gross Motoric Skills)
Pada usia kira-kira 2,5-3 tahun,
anak mulai dapat lompat dengan kedua kakinya, yang sebelumnya tidak bisa
dilakukan karena berkaitan dengan kematangan otot-otot nya. Juga anak sudah
dapat berlari ke sana kemari, tetapi belum mampu berhenti dengan tiba tiba atau
membalik. Aktivitas – aktivitas ini merupakan sumber kebanggaan bagi anak.
Sekitar usia 4thn sudah menguasai cara berjalan orang dewasa dan sudah dapat
berlari, berhenti dan berputar membalik. Kemampuan berlari anak seperti orang
dewasa dan berlari dalam aktivitas permainan, dapat dilakukan pada sekitar usia
5-6thn. Pada usia 4thn ini anak juga sudah mampu berdiri dia atas satu kaki dan
menangkap bola yang dilemparkan kepadanya. Bila saat usia 3thn dapat melompat
dengan jarak sejauh 15-24 inci (38-60cm),maka saat usia 4thn dapat melompat
sejauh 24-33 inci (60-83cm). Usia sekitar 5thn makin menyukai kegiatan
petualangan,misalnya memanjat dengan tangkas, berlari,melompat dan menyenangi
aktivitas balapan dengan teman-temannya atau orang tuanya.
Masa kanak-kanak
awal merupakan masa dimana anak-anak senang bergerak. Saat terjaga hampir
seluruh waktunya digunakan untuk bergerak, seperti
berlari,memanjat,melompat,melempar, menaiki tangga,menggantung,menggambar, dll.
Dari seluruh rentang kehidupan, kegiatan bergerak yang paling banyak atau
tinggi frekuensinya adalah pada usia 3thn. Mereka tampak gelisah (banyak
bergerak saat menonton televisi, saat sedang dimeja makan, bahkan ketika tidur
pun mereka bergerak-gerak. Saat usia 3thn ini anak-anak sangat menikmati
gerakan-gerakannya,seperti meloncat dan berlari kesana kemari, hanya demi kesenangan
murni melakukan aktivitas tsb dan sebagai sumber kebanggaan. Pada usia 4thn,
anak anak masih senang melakukan aktivitas yang sama,tetapi mereka menjadi
lebih suka berpetualang. Aktivitas dilakukan secara tangkas dan menunjukkan
kemampuan atletisnya. Dengan aktivitas yang tinggi,anak-anak di usia prasekolah
ini perlu melakukan olahraga yang sesuai dengan usianya, menari, dan aktivitas
lain yang positif dan bermanfaat, olahraga yang sesuai merupakan ajang bagi
anak-anak untuk belajar berkompetis, meningkatkan harga diri, serta
mengembangkan hubungan dan persahabatan dengan teman sebaya. Saat usia sekitar
5 tahun, anak makin menyukai jenis kegiatan petualangan serta makin percaya
diri dan berani melakukan adegan yang menakutkan, seperti memanjat tinggi,
berlari cepat, dab menyukai racing(balapan) bersama teman sebayanya.
b. Keterampilan
Motorik Halus (fine motoric skills)
Dibandingkan dengan masa bayi,
keterampilan motorik halus pada masa anak awal ini sudah meningkat.pada usia 3
tahun telah mampu memegang benda berukuran kecil di antara ibu jari dan
telunjuk, walaupun masih agak kaku. Juga sudah dapat membangun menara dari
balok-balok meski belum dalam posisi tegak lurus. Bila memasang
potongan-potongan gambar dari permainan puzzle,gerakannya masih kasar dan
sering kali memaksakan potongan gambar walaupun kurang atau cocok dengan
tempatnya. Pada usia 4thn koordinasi motorik halusnya sudah mengalami kemajuan
dan gerakannya sudah lebih tepat. Bahkan cenderung ingin sempurna dalam
melakukan sesuatu,misalnya dalam menyusun balok-balok,sehingga mereka suka
membongkar lagi balok balok yang sudah disusun sebelumnya. Saat usia 5thn
koordinasi motorik anak makin sempurna. Tangan,lengan,dan jarinya semua
bergerak bersama dibawah perintah mata. Bila menyusun balok-balok, anak tidak
lagi membuat menara secara sederhana., yaitu dengan menyusun/menumpuk balok
secara lurus saja.,tetapi anak ingin membangun sesuatu yang lebih
lengkap/kompleks,seperti rumah atau gedung dengan menaranya. Pada usia 6thn,
anak sudah dapat mengikat tali sepatunya, menggunakan martil/pukul
besi,mengelem kertas dan merapikan bajunya sebagai akibat proses myelinisasi
yang mengikat di sistem saraf pusat.
Sumber: Christiana Hari Soetjiningsih,
Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampai Dengan Kanak-Kanak Akhir
http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/25/perkembangan-motorik-kasar-dan-perkembangan-motorikhttp://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2012/03/26/1/445085/stimulasi-motorik-kasar-dan-halus-untuk-bayi-dari-usia-0-3-bulan.html
Rangkuman 2
MACAM-MACAM TEORI PERKEMBANGAN DAN PENERAPANNYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
A.TEORI
PERKEMBANGAN
Teori adalah keyakinan umum yang membantu kita menjelaskan apa yang kita amati dan membuat prediksi. Teori yang baik memiliki hipotesis, yang merupakan asumsi yang harus diuji.Macam-macam teori perkembangan :
1.Teori-teori Psikoanalitis
Freud mengatakan kepribadian terdiri dari tiga struktur - id, ego dan superego - dan bahwa kebanyakan pemikiran anak-anak bersifat tidak disadari. Tuntutan struktur kepribadian yang saling bertentangan menyebabkan kecemasan. Mekanisme pertahanan, khususnya represi, melindungi ego dan mengurangi kecemasan. Freud yakin bahwa masalah berkembang karena pengalaman masa anak-anak sebelumnya. Ia mengatakan bahwa individu melampaui lima tahap psikoseksual - oral, anal, phallic, latency dan genital. Selama tahap phallic, Oedipus Complex merupakan sumber utama konflik.
Erikson mengembangkan suatu teori yang menekankan delapan tahap perkembangan psikososial : kepercayaan versus ketidakpercayaan; otonomi versus rasa malu dan ragu-ragu; prakarsa versus rasa bersalah; tekun versus versus rasa rendah diri; identitas versus kebingungan identitas; keintiman versus keterkucilan; bangkit versus mandeg; kepuasaan versus kekecewaan (keputusasaan).
2.Teori-teori Kognitif
Piaget mengatakan bahwa anak-anak melampaui empat tahap perkembangan kognitif, yaitu : sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasonal formal.
Teori pemrosesan informasi mengenai bagaimana individu memproses informasi tentang dunianya, yang meliputi : bagaimana informasi masuk ke dalam pikiran, bagaimana informasi disimpan dan disebarkan, dan bagaimana informasi diambil kembali untuk memungkinkan kita berpikir dan memecahkan masalah.
3.Teori-teori Perilaku dan Belajar Sosial
Behaviorisme menekankan bahwa kognisi tidak penting dalam memahami perilaku. Menurut B.F. Skinner, seorang pakar behavioris terkenal, perkembangan adalah perilaku yang diamati, yang ditentukan oleh hadiah dan hukuman di dalam lingkungan.
Teori belajar sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura dan kawan-kawan, menyatakan bahwa lingkungan adalah faktor penting yang mempengaruhi perilaku, tetapi proses-proses kognitif tidak kalah pentingnya. Menurut pandangan belajar sosial, manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan perilakunya sendiri.
4.Teori Etologis
Konrad Lorenz adalah salah seorang pengembang penting teori etologi. Etologi menekankan landasan biologis dan evolusioner perkembangan. Penanaman (imprinting) dan periode penting (critical periods) merupakan konsep kunci.
Garis besar teori ini mengatakan pada dasarnya sumber dari semua perilaku social ada dalam gen. ada instink dalam makhluk untuk mengembangkan perilakunya. Analogi yang dikemukakan adalah “genes setting the stage, and society writing the play”. Teori ini memberikan dasar bagi pemahaman periode kritis perkembangan dan perilaku melekat pada anak segera setelah dilahirkan.
5.Teori-teori Ekologi
Teori etologis menempatkan tekanan yang kuat pada landasan perkembangan biologis. Berbeda dengan teori etologi, Urie Bronfenbrenner (1917) mengajukan suatu pandangan lingkungan yang kuat tentang perkembangan yang sedang menerima perhatian yang meningkat. Teori ekologi adalah pandangan sosiokultular Bronfenbrenner tentang perkembangan, yang terdiri dari 5 sistem lingkungan mulai dari masukan interaksi langsung dengan gen-gen social (social agent) yang berkembang baik hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas. Ke 5 sistem dalam teori ekologis Bronfenbrenner ialah mikrosystem, mesosyem, ekosistem, makrosistem dan kronosistem.
6.Orientasi Teoritis Eklektis
Tidak satupun toeri dapat menjelaskan kompleksitas perkembangan masa hidup yang kaya dan mengagumkan. Masing-masing teori memberikan sumbangan yang berbeda, dan barangkali strategi yang paling bijaksana adalah mengadopsi perspektif teoritis eklektis jika kita ingin memahami perkembangan masa hidup secara lengkap. Sebagai suatu perspektif, pandangan masa hidup mengkoordinasikan sejumlah prinsip teoritis tentang hakekat perkembangan. Dengan mempertimbangkan gagasan-gagasan tentang perspektif masa hidup bersama dengan teori-teori perkembangan yang ada, maka dapat diperoleh suatu rasa konsep teoritis yang penting dalam memahami perkembangan masa hidup.
Teori adalah keyakinan umum yang membantu kita menjelaskan apa yang kita amati dan membuat prediksi. Teori yang baik memiliki hipotesis, yang merupakan asumsi yang harus diuji.Macam-macam teori perkembangan :
1.Teori-teori Psikoanalitis
Freud mengatakan kepribadian terdiri dari tiga struktur - id, ego dan superego - dan bahwa kebanyakan pemikiran anak-anak bersifat tidak disadari. Tuntutan struktur kepribadian yang saling bertentangan menyebabkan kecemasan. Mekanisme pertahanan, khususnya represi, melindungi ego dan mengurangi kecemasan. Freud yakin bahwa masalah berkembang karena pengalaman masa anak-anak sebelumnya. Ia mengatakan bahwa individu melampaui lima tahap psikoseksual - oral, anal, phallic, latency dan genital. Selama tahap phallic, Oedipus Complex merupakan sumber utama konflik.
Erikson mengembangkan suatu teori yang menekankan delapan tahap perkembangan psikososial : kepercayaan versus ketidakpercayaan; otonomi versus rasa malu dan ragu-ragu; prakarsa versus rasa bersalah; tekun versus versus rasa rendah diri; identitas versus kebingungan identitas; keintiman versus keterkucilan; bangkit versus mandeg; kepuasaan versus kekecewaan (keputusasaan).
2.Teori-teori Kognitif
Piaget mengatakan bahwa anak-anak melampaui empat tahap perkembangan kognitif, yaitu : sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasonal formal.
Teori pemrosesan informasi mengenai bagaimana individu memproses informasi tentang dunianya, yang meliputi : bagaimana informasi masuk ke dalam pikiran, bagaimana informasi disimpan dan disebarkan, dan bagaimana informasi diambil kembali untuk memungkinkan kita berpikir dan memecahkan masalah.
3.Teori-teori Perilaku dan Belajar Sosial
Behaviorisme menekankan bahwa kognisi tidak penting dalam memahami perilaku. Menurut B.F. Skinner, seorang pakar behavioris terkenal, perkembangan adalah perilaku yang diamati, yang ditentukan oleh hadiah dan hukuman di dalam lingkungan.
Teori belajar sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura dan kawan-kawan, menyatakan bahwa lingkungan adalah faktor penting yang mempengaruhi perilaku, tetapi proses-proses kognitif tidak kalah pentingnya. Menurut pandangan belajar sosial, manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan perilakunya sendiri.
4.Teori Etologis
Konrad Lorenz adalah salah seorang pengembang penting teori etologi. Etologi menekankan landasan biologis dan evolusioner perkembangan. Penanaman (imprinting) dan periode penting (critical periods) merupakan konsep kunci.
Garis besar teori ini mengatakan pada dasarnya sumber dari semua perilaku social ada dalam gen. ada instink dalam makhluk untuk mengembangkan perilakunya. Analogi yang dikemukakan adalah “genes setting the stage, and society writing the play”. Teori ini memberikan dasar bagi pemahaman periode kritis perkembangan dan perilaku melekat pada anak segera setelah dilahirkan.
5.Teori-teori Ekologi
Teori etologis menempatkan tekanan yang kuat pada landasan perkembangan biologis. Berbeda dengan teori etologi, Urie Bronfenbrenner (1917) mengajukan suatu pandangan lingkungan yang kuat tentang perkembangan yang sedang menerima perhatian yang meningkat. Teori ekologi adalah pandangan sosiokultular Bronfenbrenner tentang perkembangan, yang terdiri dari 5 sistem lingkungan mulai dari masukan interaksi langsung dengan gen-gen social (social agent) yang berkembang baik hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas. Ke 5 sistem dalam teori ekologis Bronfenbrenner ialah mikrosystem, mesosyem, ekosistem, makrosistem dan kronosistem.
6.Orientasi Teoritis Eklektis
Tidak satupun toeri dapat menjelaskan kompleksitas perkembangan masa hidup yang kaya dan mengagumkan. Masing-masing teori memberikan sumbangan yang berbeda, dan barangkali strategi yang paling bijaksana adalah mengadopsi perspektif teoritis eklektis jika kita ingin memahami perkembangan masa hidup secara lengkap. Sebagai suatu perspektif, pandangan masa hidup mengkoordinasikan sejumlah prinsip teoritis tentang hakekat perkembangan. Dengan mempertimbangkan gagasan-gagasan tentang perspektif masa hidup bersama dengan teori-teori perkembangan yang ada, maka dapat diperoleh suatu rasa konsep teoritis yang penting dalam memahami perkembangan masa hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar